Wednesday, 1 June 2011

HASAD DENGKI


 
 
Diantara perbuatan yg mencelakakan ialah , sifat hasad atau dengki terhadap kaum Muslimin,
senang melihat orang lain mendapat kesusahan, memendam permusuhan, busuk hati terhadap
lain, tidak mempunyai perasaan rahmat dan belas kasihan dan sukan berprasangka buruk terhadap
orang lain. Semua sifat ini termasuk perbuatan yang membinasakan.
 
Akan halnya sifat hasad atau dengki itu, maka memadailah gambaran cela dan buruknya sebagaimana
dinyatakan Allah dalam perintah-Nya kepada Rasul-Nya, agar senantiasa berlindung kepada-Nya dari
bencana orang yang mendengki dan dari bencana syaitan yang terkutuk.
 
Allah swt. berfirman :
" Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki ".(al-falaq 113:5)
 
Rasulullah saw. bersabda :
" Jauhkan dirimu dari sifat dengki, kerana sesungguhnya dengki itu memakan kebajikan, sebagaimana
  api membakar kayu ".
 
Sabdanya lagi :
" Tidak akan berkumpul didalam batin seseorang hamba, iman dan dengki ".
 
Sabdanya lagi :
" Janganlah kamu saling mendengki, jangan saling membenci dan jangan saling memusuhi ".
 
Makna hasad atau dengki ialah, merasa sakit hati dan kurang senang terhadap nikmat yang dikurniakan
Allah kepada salah seorang hamba-Nya, baik dalam urusan agama maupun dunia. Sebaliknya, dia juga
berharap agar nikmat itu terhapus daripadanya, dan jika mungkin, biarlah dia sendiri mendapat kenikmatan
itu, meski hal itu mustahil terjadi. Itulah puncak keburukan hasad. Barangsiapa mendapat sifat itu didalam
dirinya, hendaklah ia menyembunyiknya didalam batin dan tidak melahirkannya kepada orang lain, baik
dengan lisan maupun perbuatan. Semoga kita diselamatkan dan dijauhkan dari sifat hasad itu.
 
Tersebut dalam sebuah hadis :
" Tiga perkara tidak seorangpun terlepas daripadanya, iaitu : Hasad, buruk sangka dan  menganggap sial terhadap sesuatu. Maukah kamu aku tunjukkan jalan keluar daripadanya? Jika engkau mendengki,
janganlah melampaui batas. Jika engkau berprasangka buruk, jangan engkau teruskan. Dan jika engkau merasa sial, teruskanlah (usahamu) ".
 
Yakni, jangan anda berhenti melakukan sesuatu yang anda cita-citakan, hanya kerana anda merasa (beroleh) sial.
 
Akan halnya orang yang memiliki sifat dengki, maka hendaklah ia melawan perasaan hatinya yang diliputi kedengkian
itu dengan memuji orang yang didengkinya dan berupaya bersungguh-sungguh untuk memuliakan atau membantunya.
Demikian itu lebih baik, lantaran ia  merupakan obat yang paling mujarab untuk melenyapkan perasaan dengki dihati,
atau paling tidak menguranginya.
 
Adapun perasaan iri hati, maka hal itu tidak salah. Tidak mengapa anda menginginkan nikmat yang sama dengan apa
yang dianugerahkan Allah kepada saudaramu. Terlebih lagi, jika nikmat itu menyangkut urusan agama seperti, ilmu
pengetahuan dan amal ibadah. Maka iri hati seperti ini merupakan hal yang terpuji. Tetapi, jika nikmat itu menyangkut
urusan dunia seperti, harta benda, kedudukan dan pangkat, maka iri hati seperti ini menjadi mubah hukumnya.
 
Manakala menginginkan kecelakaan terhadap seorang Muslim, atau meyimpan kehendak menipu, memusuhi atau
mendengki, maka memadailah larangan keras terhadapnya melalui sabda Nabi saw. berikut ini :
 
" Tidak sempurna iman seseorang kamu, sehingga ia menyintai saudaranya sebagaimana ia menyintai diri sendiri ".
 
 
 
Untuk dikongsi dan dihayati bersama...
Petikan dari buku ' Nasihat Agama Dan Wasiat Iman"
Imam Habib Abdullah Hadad.
 
 
Wassalam
 
 

No comments:

Post a Comment